Wednesday, July 10, 2013

Story Telling: Beda Usia Beda Cara

Setelah mengerti bagaimana memilih buku yang tepat, selanjutnya, orangtua masih perlu membantu dan mengarahkan anak agar minat bacanya makin meningkat. Lakukan langkah-langkah berikut ini:


1. Untuk Balita

  • Sebelum bercerita, baca dulu buku yang akan kita bacakan, kemudian pahami isinya.
  • Jika sudah tahu jalan ceritanya, Anda dapat bertutur dengan lebih lancar disertai improvisasi. Misalnya disertai intonasi suara dan gerakan-gerakan sesuai dengan alur cerita. Ingat, cara bercerita yang membosankan tentu membuat anak jadi tidak betah mendengarkan Anda bercerita! 
  • Sambil bercerita tunjukkan gambar yang ada di buku untuk memudahkan anak memahami cerita. Jangan lupa gambar tersebut membantu anak berimajinasi. 
  • Posisi membaca sebaiknya berhadapan atau persisian dengan anak sambil memperlihatkan buku cerita tersebut supaya anak dapat melihat isi maupun gambarnya. Itulah perlunya membaca buku yang akan dibacakan lebih dulu agar tanpa membaca kalimatnya satu per satu pun kita dapat terus bertutur lancar. 
  • Boleh saja kita menyelingi cerita dengan pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan bahwa anak telah mengikuti cerita dengan baik. 
  • Nah, pada setiap akhir cerita kita bisa berdiskusi tentang pelajaran apa yang mereka dapatkan dari cerita tersebut. 


2. Untuk Anak yang Baru Bisa Membaca (5-7 tahun)
  • Perkenalkan buku dengan menyajikan hal-hal menarik sehubungan dengan cerita yang dimaksud. Misalnya dengan mengatakan, "Ade, buku Spiderman ini seru lho. Jagoannya bisa melompat dari gedung satu ke gedung lain." 
  • Ajak anak bersama-sama membacanya. Lalu minta ia membaca sendiri. Ingat, dampingi saat dia membaca, agar ketika dia mengalami kesulitan, Anda dapat segera membantunya. Begitu pula jika ia tidak paham makna kata-kata yang tertera dan jalan ceritanya. Dengan begitu, pelajaran moral dari dongeng tersebut bisa diambil dengan baik
  • Setelah selesai membaca jangan biarkan anak langsung menutup buku ceritanya. Ajak ia berdiskusi tentang isi cerita dengan menanyakan apa yang dapat ia simpulkan dari perilaku tokoh-tokoh dalam cerita tersebut
  • Tak salah bila kita menantangnya untuk mengaplikasikan "pelajaran" yang ia petik dari cerita tersebut dalam kehidupan sehari-hari

3. Sudah Lancar Membaca (8-12 tahun)

Umumnya, anak usia ini sudah mampu menelusuri jalan cerita lebih dalam. Buku dengan cerita yang serderhana, bergambar besar-besar dan kalimat yang singkat cenderung sudah ditinggalkan. Anak lebih tertarik pada alur cerita yang kompleks, gambar dengan ekspresi yang lebih kuat serta tantangan membaca yang lebih berkualitas. Anak pun umumnya sudah tidak mau dibacakan orang tua lagi, tapi sudah ingin membaca buku sendiri.

Namun demikian, pengawasan dari orang tua tetap diperlukan agar apa yang didapat anak dari cerita tersebut tidak sia-sia.

Ajaklah si kecil berdiskusi setelah membaca, misalnya dari segi penokohan, ada tokoh baik dan tokoh jahat yang tercermin dari perkataan dan perilakunya. Minta anak menyontohkan mana perbuatan baik dan mana yang jahat. Mengapa perbuatan baik perlu dilakukan dan kenapa perbuatan jahat harus ditinggalkan. Dengan demikian, dia bisa membedakan mana perbuatan baik dan buruk. 





Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, CMFT, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist, Psychoanalyst, Graphologist, Sexologist.

No comments:

Post a Comment