Perkembangan balita Ibu
Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat, Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak balita Ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancar.
Beda menu balita dengan orang dewasa
Balita memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dari orang dewasa. Mereka butuh lebih banyak lemak dan lebih sedikit serat. Cermati perbedaan ini saat Ibu merencanakan menu makan balita:
Gula & Garam
- lupakan penggunaan gula dan garam pada menu bayi. Kalau pun ia sudah berusia di atas 1 tahun, batasi penggunaannya. Konsumsi garam untuk balita tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Cermati makanan balita Ibu karena makanan orang dewasa belum tentu cocok untuknya. Kadang makanan Ibu terlalu banyak garam atau gula, atau bahkan mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan.
Porsi Makan
- Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap gizi dalam jumlah lebih kecil namun sering.
Kebutuhan Energi & Nutrisi
- Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat,protein, lemak serta vitamin, mineral dan serat wajib dikonsumsi anak setiap hari. Atur agar semua sumber gizi tersebut ada dalam menu sehari.
Susu Pertumbuhan
- Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita butuh 350 ml/12 oz per hari. Susu Pertumbuhan dari Nutricia merupakan susu lengkap gizi yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 12 bulan ke atas dan menjadi pelengkap menu buah hati ibu.
Jadi apakah ‘menu seimbang’ itu?
Menu seimbang adalah gabungan dari :
Karbohidrat
- Seperti nasi, roti, sereal, kentang, atau mi.
- Kenalkan beragam karbohidrat secara bergantian.
- Selain sebagai menu utama, karbohidrat bisa diolah sebagai makanan selingan atau bekal sekolah seperti puding roti atau donat kentang yang lezat.
Buah dan sayur
- Seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat, dan wortel
- Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi berbeda.
- Berikan setiap hari baik dalam bentuk segar atau diolah menjadi jus.
Susu dan produk olahan susu
- Susu pertumbuhan
- Produk olahan susu seperti keju dan yoghurt
- Pastikan balita Ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dari konsumsi susunya
Protein
- Seperti ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan
- Seperti ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan
- Tunda pemberiannya bila timbul alergi atau ganti dengan sumber protein lain.
- Untuk vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman berkadar vitamin C tinggi untuk membantu penyerapan zat besi.
Lemak dan gula
- Seperti yang terdapat dalam minyak , santan , dan mentega, roti, dan kue juga mengandung omega 3 dan 6 yang penting untuk perkembangan otak. Pastikan balita Ibu mendapatkan kadar lemak esensial dan gula yang cukup bagi pertumbuhannya. Namun perlu diperhatikan bahwa lemak dan gula tidak digunakan sebagai pengganti jenis makanan lainnya (seperti karbohidrat).
Makanan yang Harus Dihindari
Beberapa makanan perlu perhatian extra untuk dihindari, diantaranya:
- Makanan yang terlalu berminyak , junk food, dan makanan berpengawet sebaiknya dihindari. Gunakan bahan makanan segar untuk menu makan keluarga terutama untuk balita.
- Penggunaan Garam. bila memang diperlukan sebaiknya digunakan dalam jumlah sedikit. Dan pilih garam beryodium yang baik untuk kesehatan. Bila membeli makanan dalam kemasan, perhatikan juga kandungan garamnya.
- Aneka jajanan di pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Ibu bisa membuat sendiri ‘jajanan’ untuk balita Ibu hingga ia tidak tergiur untuk jajan.
- Telur dan kerang. Karena seringkali menimbulkan alergi bahkan keracunan bila Ibu tidak jeli memilih yang segar dan salah mengolahnya. Biasakan mengolah telur sampai matang untuk menghindari bakteri yang dapat mengganggu pencernaan.
- Kacang-kacangan. Karena bisa jadi juga bisa jadi pencetus alergi. Jangan berikan kacang bila si balita belum terampil mengunyah karena bisa tersedak.
Balita yang suka pilih-pilih makanan
Balita Ibu bisa saja menolak makanan yang sudah menjadi andalan Ibu. Ia kini mulai pilih-pilih makanan. Karena itu, variasi makan dibutuhkan untuk mencegah anak bosan.
Diperkirakan setengah dari semua balita rewel saat makan. Hal ini wajar - dan Ibu tidak sendirian! Tips ini mungkin dapat membantu Ibu melampaui 'masa masa percobaan' ini!
Beberapa tips agar anak tak rewel saat makan
- Atur pemberian makan balita Ibu sesuai waktu makan ketika mereka merasa lapar. Pola alami akan berkembang dan Ibu dapat mulai mengatur rutinitas.
- Biarkan balita Ibu makan makan sendiri dan jangan memaksanya sampai piringnya bersih karena akan menjadi tekanan dan bisa mengurangi selera makannya hingga menjadi rewel.
- Jika balita Ibu menolak makanan, jangan menyerah. Ibu dapat memperkenalkannya lagi dalam beberapa hari. Beberapa makanan baru perlu dicoba sampai 15 kali sebelum dapat diterima.
- Buat susana makan yang tenang atau sambil memutar musik riang. Jangan menyalakan TV, karena membuat balita Ibu tidak konsentrasi saat makan.
- Selalu berikan porsi kecil dengan bentuk menarik sebagai permulaan dan berikan sedikit tambahan jika mereka masih lapar.
- Bila balita Ibu tidak suka sayur, siasati dengan ‘sayur tersembunyi’ seperti parutan wortel atau bayam cincang dalam adonan perkedel. Atau ganti dengan memberikan buah dalam menu mereka.
- Usahakan makan bersama keluarga. Meskipun setiap balita berbeda, beberapa balita menirukan perilaku orang lain. Jadi jika Ibu menikmati makanan yang menyehatkan, balita Ibu dapat melihat dan belajar dari apa yang Ibu lakukan.
- Berikan penghargaan ketika mereka menghabiskan makannya. Jangan lupa, perhatiikan atau bicarakan makanan lain apa yang disukai.
No comments:
Post a Comment