Tuesday, July 16, 2013

ASI vs Susu Formula

ASI vs Susu Formula

Ada 1001 alasan kenapa ASI menjadi pilihan terbaik bagi bayi. Beberapa poin pentingnya bisa dibandingkan dalam tabel di bawah ini:
ASI
SUSU FORMULA
Kaya DHA dan AA untuk pembentukan sel otak, mudah diserap usus bayi, kaya kolesterol, mengandung enzim pencerna lemak
Seringkali kurang DHA, tidak ada kolesterol, tidak diserap secara sempurna
Mengandung lactoferin (baik untuk usus), lisosim (enzim anti mikroba), kaya protein pembangun tubuh dan otak
Tidak ada lactoferin dan lisosim. Protein pembangun tubuh dan otaknya kurang
Kaya laktosa (karbohidrat penting untuk perkembangan otak) dan oligosakarida yang meningkatkan kesehatan usus
Kurang laktosa dan oligosakarida bahkan dalam beberapa susu formula tidak terkandung di dalamnya
Kaya akan sel darah putih dan imunoglobulin (untuk antibodi)
Tidak ada sel darah putih atau sel lainnya, sedikit imunoglobulin dan biasanya jenis yang salah
ASI mengandung lemak tak jenuh yang tinggi yaitu 34 persen, sehingga ia memiliki asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids).
Lemak tak jenuhnya hanya 3 persen sehingga ia lebih banyak asam lemak tak jenuh rantai pendek, sehingga bisa menyebabkan obesitas
Mengandung zat besi, zink dan kalsium, (besi mampu diserap sekitar 50-75%), juga mengandung antioksidan
Tidak diserap dengan baik, mengandung antioksidan
Kaya enzim pencerna seperti lipase dan amilase. Kaya hormon seperti tiroid, prolaktin, oksitosin.
Kurang enzim dan hormon
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Misalnya kolostrum (cairan bening kekuningan yang keluar pada awal kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar pada hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui (foremilk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hindmilk). Kandungan protein foremilk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan dengan hindmilk (berwarna putih dan kental).
Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).
ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.
Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20 : 80.
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaan. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi energi, sel-sel baru,dll) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.
Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.
Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.
Ekonomis dan praktis
Tidak ekonomis dan tidak praktis
ASI dalam payudara ibu selalu steril
Pembuatan sufor memerlukan lingkungan dan alat-alat yang higienis

Sumber:
http://aimi-asi.org/menyusui-menabung-untuk-masa-depan/
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2012/02/10/asi-pilihan-terbaik-untuk-si-buah-hati-438073.html


No comments:

Post a Comment